Wednesday, March 17, 2010

Pengalaman sholat di musholla Hotel Aryaduta (Kwitang/Tugu Tani)

hari ini (17/03/2010) saya ada meeting di hotel arya duta (kwitang/tugu tani), sungguh mengkhawatirkan, mushollanya sangaaattt kecil, hanya cukup untuk 4 orang, padahal yang meeting ada beberapa ruang, puluhan mungkin lebih dari seratus orang tamu, yang saya yakin sebagian besar muslim, karena waktu solat pun harus antri cukup lama. petugas hotel ngasih tau juga kalo di lantai 3 (R.324) ada kamar yang difungsikan sbg musholla, sayangnya waktu saya mau solat ashar (15.30) kamar tsb dikunci, saya panggil petugasnya, katanya mau diambilin kunci, saya tunggu sampai 15menit lebih tapi tidak muncul2. sungguh sangat disayangkan hotel yang terkenal seperti itu seakan2 menyepelekan masalah tempat ibadah bagi para tamunya.

Friday, March 12, 2010

NIKMATI KOPINYA BUKAN CANGKIRNYA!

dapet nemu, semoga ada nilainya
===
Subject: NIKMATI KOPINYA BUKAN CANGKIRNYA!

Sekelompok alumni satu universitas yang telah mapan dalam karir masing-masing berkumpul dan mendatangi professor kampus mereka yang telah tua. Percakapan segera terjadi dan mengarah pada komplain tentang stess di pekerjaan dan kehidupan mereka.

Menawari tamu-tamunya kopi, professor pergi ke dapur dan kembali dengan poci besar berisi kopi dan cangkir berbagai jenis - dari porselin, plastik, gelas, kristal, gelas biasa, beberapa diantara gelas mahal dan beberapa lainnya sangat indah - dan mengatakan pada para mantan mahasiswanya untuk menuang sendiri kopinya.

Setelah semua mahasiswanya mendapat secangkir kopi di tangan, professor itu mengatakan : “Jika kalian perhatikan, semua cangkir yang indah dan mahal telah diambil, yang tertinggal hanyalah gelas biasa dan yang murah saja. Meskipun normal bagi kalian untuk mengingini hanya yang terbaik bagi diri kalian, tapi sebenarnya itulah yang menjadi sumber masalah dan stress yang kalian alami.”
“Pastikan bahwa cangkir itu sendiri tidak mempengaruhi kualitas kopi. Dalam banyak kasus, itu hanya lebih mahal dan dalam beberapa kasus bahkan menyembunyikan apa yang kita minum. Apa yang kalian inginkan sebenarnya adalah kopi, bukanlah cangkirnya, namun kalian secara sadar mengambil cangkir terbaik dan kemudian mulai memperhatikan cangkir orang lain.”

“Sekarang perhatikan hal ini : Kehidupan bagai kopi, sedangkan pekerjaan, uang dan posisi dalam masyarakat adalah cangkirnya. Cangkir bagaikan alat untuk memegang dan mengisi kehidupan. Jenis cangkir yang kita miliki tidak mendefinisikan atau juga mengganti kualitas kehidupan yang kita hidupi. Seringkali, karena berkonsentrasi hanya pada cangkir, kita gagal untuk menikmati kopi yang Tuhan sediakan bagi kita.”
Tuhan memasak dan membuat kopi, bukan cangkirnya. Jadi nikmatilah kopinya, jangan cangkirnya.

Sadarilah jika kehidupan anda itu lebih penting dibanding pekerjaan anda. Jika pekerjaan anda membatasi diri anda dan mengendalikan hidup anda, anda menjadi orang yang mudah diserang dan rapuh akibat perubahan keadaan. Pekerjaan akan datang dan pergi, namun itu seharusnya tidak merubah diri anda sebagai manusia. Pastikan anda membuat tabungan kesuksesan dalam kehidupan selain dari pekerjaan anda.